[7:16 PM, 9/8/2019] Jenny: Jakarta – Setelah lama membuat penasaran, teka-teki di mana lokasi ibu kota baru pun akhirnya terjawab.

Senin, (26/8/2019) lalu, seperti melansir Kompas.com, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara akan menjadi lokasi yang ideal untuk dibangun menjadi ibu kota baru.

Jika ditelaah lebih jauh, Kalimantan Timur memang memiliki potensi.

Pertama, provinsi ini memiliki lokasi yang strategis untuk menjangkau provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Selain itu, provinsi ini pun memiliki kesiapan dari segi infrastruktur.

Baik infrastruktur energi dengan adanya pembangunan pembangkit listrik yang akan dikebut hingga 2024, maupun transportasi.

Nah, setelah diumumkannya Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara sebagai lokasi ibu kota baru, antusiasme masyarakat pun meningkat.

Selain ramai berpendapat mengenai bagaimana ibu kota yang ideal di sana, masyarakat pun mulai membidik potensi investasi properti, terutama di kota yang paling dekat dengan dua kabupaten tersebut yaitu Balikpapan.

Kota yang merupakan pusat bisnis dan industri di Kalimantan Timur ini memiliki tingkat perekonomian tertinggi di seluruh Kalimantan.

Pembangunan infrastruktur di kota ini pun semakin masif. Nantinya kota ini akan lebih terhubung dengan adanya pembangunan Tol Balikpapan – Samarinda.

Lokasi Balikpapan ke Kabupaten Penajam Paser Utara yang akan jadi ibu kota baru juga cukup dekat, hanya 66 kilometer saja.

Sama dengan jarak Jakarta ke Bogor.

Belum lagi dengan keberadaan Pelabuhan Semayang dan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang sudah dibangun dengan standar internasional di kota ini.

Potensi investasi properti di Balikpapan bisa dikatakan menjanjikan.

Kota ini akan menjadi gerbang masuk ibu kota di masa depan dengan perkembangan infrastruktur dan geliat perekonomian yang baik.

Bagi Anda yang ingin ikut mereguk keuntungan di Kalimantan Timur, mungkin ini saatnya untuk mulai melirik beberapa properti di Balikpapan untuk investasi.

Salah satu yang cukup potensial saat ini adalah Pentapolis Residence, kondotel yang merupakan bagian dari Kawasan Balikpapan Superblock.

Kawasan superblock yang dikelola oleh PT Wulandari Bangun Laksana ini terletak di jantung kota Balikpapan, hanya 8 menit dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan 15 menit dari Pelabuhan Semayang.

Dengan demikian, akses menuju Pentapolis Residence yang ada di dalam kawasan tersebut pastinya juga strategis.

Investasi kondotel seperti Pentapolis Residence akan sangat menarik.

Sebagai informasi bagi Anda yang masih awam, kondotel merupakan kondominium yang dikelola layaknya hotel.

Perbedaannya dengan hotel ada pada segi kepemilikan.

Bedanya dengan hotel, setiap kamar yang ada dalam sebuah kondotel dapat dimiliki oleh investor pribadi, namun pengelolaannya dilakukan oleh manajemen hotel.

Keuntungan investasi yang diterima berupa ROI (return of intent) dari sewa dan juga profit sharing dengan pengelola.

Keuntungan masih ditambah dengan benefit lain yaitu kesempatan untuk menginap di kamar kondotel yang dimiliki setiap beberapa kali dalam setahun.

Pentapolis Residence sendiri dikelola oleh Astara, hotel kedua terbaik di Balikpapan yang tingkat okupansinya saat ini mencapai 70 persen.

Selain itu, Pentapolis Residence juga semakin potensial karena dikelilingi oleh fasilitas lengkap untuk menunjang kehidupan penghuninya.

Mulai dari komplek perkantoran dan ruko, sekolah internasional Bina Bangsa School, tempat rekreasi Aquaboom, hingga pusat perbelanjaan E-Walk dan Pentacity Mall yang menjadi rumah berbagai brand internasional.

Unit di Pentapolis Residence dapat dibeli dengan harga mulai Rp 600 juta, namun ROI yang ditawarkan adalah 24 persen (pada tiga tahun pertama ROI 8 persen).

Profit sharing yang diterima bisa mencapai lebih kurang Rp120 jutaan.

Biasanya harga sewa kamar akan meningkat seiring dengan perkembangan fasilitas dalam properti dan tentunya lokasi tempat properti tersebut berada.

Pentapolis Residence, sesuai dengan namanya, terdiri dari lima tower yaitu Metropolis, Neopolis – Acropolis, Aeropolis, dan Nicopolis.

Saat ini total sudah 154 unit kamar di Pentapolis Residence yang terjual.
[7:16 PM, 9/8/2019] Jenny: Dua Emiten Properti Ketiban Rezeki Pemindahan Ibukota

Jakrta – Pemindahan ibu kota diperkirakan mampu memecah konsentrasi perekonomian dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan.

Tak mau ketinggalan momentum, sejumlah emiten properti bersiap menangkap peluang tersebut.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) misalnya.

Perusahaan ini bakal melakukan revitalisasi aset bisnisnya yang ada di Kalimantan.

Langkah pertama, dengan meluncurkan kluster baru dalam waktu dekat.

“Sekarang sudah mulai persiapan, mungkin bulan depan sudah launching kluster baru,” ujar Direktur Ciputra, Tulus Santoso, Kamis (29/8), seperti melansir Kontan.co.id.

Asal tahu saja, Ciputra sudah memiliki proyek properti di Kalimantan Timur sejak 10 tahun yang lalu.

Saat ini, setidaknya ada enam portofolio properti yang tengah dikembangkan.

Tulus belum mau mengungkap nama proyek yang bakal diluncurkan tersebut.

Namun, sedikit gambaran, proyek tersebut diperkirakan bisa mendatangkan cuan sekitar Rp50 miliar.

Nilainya memang tak terlalu besar. Namun, jika ditotal, portofolio bisnis properti Ciputra di Kalimantan Timur memiliki kontribusi yang cukup signifikan.

“Dalam setahun, rata-rata penjualan di Kalimantan Timur berkontribusi 12% terhadap pendapatan konsolidasi,” jelas Tulus.

Ciputra memiliki landbank seluas 870 hektare (ha) di wilayah Kalimantan Timur.

Sekitar 590 ha berlokasi di Samarinda dan 30 ha di Balikpapan.

Kenaikan nilai aset

Bukan hanya Ciputra yang akan menadah berkah pemindahan ibu kota.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga menjadi salah satu emiten properti yang berpotensi mampu memaksimalkan peluang di balik rencana pemindahan ibukota.

Terlebih, Agung Podomoro memiliki proyek Borneo Bay City yang lokasinya berdekatan dengan Kutai Kartanegara dan Penajam Pasir Utara, wilayah calon ibukota baru.

Manajemen Agung Podomoro menilai prospek bisnis properti di sekitar Balikpapan cerah.

“Proyek properti ini sudah kami kembangkan sejak 2013,” jelas Direktur Agung Podomoro Agung Wirajaya dalam keterangan resminya.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher menjelaskan, emiten properti yang memiliki aset di Kalimantan Timur tentunya bisa menerima cuan.

Apalagi pemerintah akan mengunci tanah Borneo tersebut untuk menghindari spekulan tanah.

“Jadi menurut saya yang diuntungkan adalah yang sudah punya aset di sana, karena secara tidak langsung nilai aset akan naik,” jelas Dennies kepada Kontan, Kamis (29/8).

Kendati begitu, emiten properti bukan tidak akan langsung mendulang keuntungan dari proses pemindahan pusat pemerintahan.

Pasalnya, menurut Dennies, di tahap awal yang akan dibangun adalah infrastruktur dasar.

Dengan demikian, yang diuntungkan adalah emiten konstruksi yang telah memiliki pabrik di sana atau sudah mengembangkan proyek di sana.